
Bandung, 14 November 2025 - Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandung menyelenggarakan Diskusi Hukum Percepatan Penyelesaian Perkara Tahun 2025 dengan mengusung tema “Strategi Percepatan Penyelesaian Perkara Berbasis Teknologi Informasi Menuju Peradilan Agama yang Modern dan Berkelas Dunia.”
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Jumat–Sabtu, 14 s.d. 15 November 2025, bertempat di Hotel Sutan Raja, Soreang – Bandung.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan, pejabat, serta aparatur di lingkungan PTA Bandung, Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua PTA Bandung, Para Hakim Tinggi, Para Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Agama, khususnya yang tergabung dalam Tim Penyusun Buku Saku atau Petunjuk Teknis Penyelesaian Perkara. Hadir pula Sekretaris PTA Bandung, Para Pejabat Struktural dan Fungsional, serta seluruh ASN dan PPPK pada Pengadilan Tinggi Agama Bandung.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PTA Bandung, Dr. Abd. Hakim, M.H.I., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian perkara bagi peningkatan kualitas layanan peradilan agama. Menurut beliau, tuntutan masyarakat terhadap kecepatan, transparansi, dan akuntabilitas penyelesaian perkara terus meningkat, sehingga peradilan agama dituntut untuk adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi informasi.
“Penerapan sistem manajemen perkara elektronik melalui E-Court dan E-Litigation merupakan instrumen penting dalam mewujudkan penyelesaian perkara yang cepat, efektif, dan modern. Namun implementasinya masih memerlukan penguatan, baik dari sisi teknis, SDM, maupun sinergi antar satuan kerja,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan harapan agar kegiatan diskusi ini mampu melahirkan gagasan konstruktif, solusi praktis, serta kerangka petunjuk teknis penyelesaian perkara yang dapat diterapkan secara seragam di lingkungan PTA Bandung dan Pengadilan Agama se-wilayah Jawa Barat.
Dalam penutup sambutannya, Ketua PTA Bandung menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan, terutama dalam upaya menjawab tantangan peradilan modern dan berkelas dunia. Melalui diskusi ini, PTA Bandung berharap dapat memperkuat sinergi antar aparatur dan mempercepat terwujudnya ekosistem peradilan agama berbasis elektronik secara menyeluruh.
Acara pembukaan ditutup dengan pembacaan pantun oleh Ketua PTA Bandung yang mengandung pesan semangat untuk terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan kecepatan pelayanan peradilan agama.
