img1

Bandung, 17 September 2025, Pengadilan Tinggi Agama Bandung menyelenggarakan kegiatan Wisuda Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandung bapak Dr. Drs. H. Endang Ali Masum, SH., MH., yang akan diwisuda oleh YM Ketua Mahkamah Agung RI Bapak Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., di Aula Pengadilan Tinggi Agama Bandung. Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB.

img2

Turut hadir dalam Wisuda Purnabakti KPTA Bandung, yaitu YM Wakil Mahkamah Agung Bidang Yudisial beserta istri, Ketua Muda Agama MA RI beserta istri, Hakim Agung Kamar Agama MA RI beserta istri, Panitera MA RI beserta istri, Dirjen Badilag beserta Istri, Ketua Pengadilan Tinggi Bandung Bapak Moh. Eka Kartika, KPTA Se-Jawa, Hakim Tinggi Badan Pengawasan MA RI, Hakim Tinggi PTA Bandung, para Pejabat FORKOPIMDA Jawa Barat, Ketua Pengadilan Agama (PA) se-Jawa Barat, Wakil Ketua PA Jakarta Pusat, Panitera PA Se-Jawa Barat, Sekretaris PA Se-Jawa Barat, Seluruh Aparatur Pengadilan Tinggi Agama Bandung, dan Keluarga Wisudawan.

img3

Acara dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Republik Indonesia dan Hymne Mahkamah Agung Republik Indonesia. Dan dilanjukan dengan pembacaan Doa oleh Bapak Ayip (Ketua PA Garut), dan pembacaan Surat Keputusan Presiden perihal pemberhentian dengan hormat dari jabatan Hakim oleh Bapak Muhamad Taufiqurrahman (Sekretaris PTA Bandung). Kegiatan dilanjutkan penanggalan kalung dan tanda jabatan hakim yang digantikan dengan kain yang beruntai bunga melati oleh YM Ketua Mahkamah Agung kepada KPTA Bandung. Lalu sebagai rasa syukur Ketua Mahkamah Agung memberikan cinderamata Mahkamah Agung kepada KPTA Bandung.

img4

Dalam Acara ini YM. Ketua Mahkamah Agung RI, Bapak Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., berpidato yaitu:
Perjalanan Bapak Endang Ali Masum bukan sekedar rangkaian jabatan dan kedudukan melainkan sebuah kisah tentang kesetiaan, dedikasi, dan pengabdian yang dipersembahkan untuk menjaga marwah peradilan di negeri ini. Langkah kecil beliau bermula pada tahun 1984 di Toli-Toli provinsi Sulawesi Tengah hingga hari ini, telah menjelma menjadi jejak emas yang hari ini kita kenang bersama sebagai inspirasi penerus peradilan.

Maka ketika melepas beliau menuju masa purnabakti, sejatinya kita sedang memberikan penghormatan pada sebuah perjalanan hidup yang sarat makna. Yaitu perjalanan seorang insan yang telah mewakafkan waktu, tenaga, pikiran, dan jiwa untuk tegaknya hukum dan terjaganya maratabat lembaga peradilan di Indonesia. Hari ini bukanlah akhir, melainkan sebuah penanda bahwa sang teladan telah menunaikan tugasnya.

Semoga pengabdian Bapak Endang Ali Masum dapat mengispirasi kita semua dan menjadi amal jariah yang terus mengalir hingga akhir hayatnya. Ada sebuah ungkapan bijak “keberhasilan bukanlah sekedar tentang apa yang kita capai, melainkan tentang bagaimana kita menjadikan capaian itu bermakna dan bermanfaat bagi orang lain”. Ungkapan ini berasa begitu tepat, ketika kita menyingkap kembali capaian yang telah diraih oleh Pengadilan Tinggi Agama Bandung beserta Pengadilan Agama seluruh Jawa Barat. Sebagai Pengadilan Tingkat Banding, PTA Bandung memegang peran penting laksana benteng terdepan Mahkamah Agung yang berfungsi mengadili perkara di tingkat Banding, tetapi juga mengemban amanah besar untuk membina dan mengawasi 26 (dua puluh enam) satuan kerja Pengadilan Agama seluruh Jawa Barat.

img5

Dalam rentang kepemimpinan Bapak Endang Ali Masum, kita menyaksikan bagaimana sebuah capaian bukan hanya berhenti pada target, tetapi berubah menjadi prestasi yang membanggakan. Berdasarkan kinerja tahun 2024 dan sesuai dengan surat edaran Mahkamah Agung nomor 2 tahun 2014, penyelesaian pada tingkat banding ditetapkan paling lama 3 bulan. Dari 294 (dua ratus sembilan puluh empat) perkara yang ditangani, Pengadilan Tinggi Agama Bandung seluruhnya berhasil diputus tepat waktu. Sebuah catatan yang tidak hanya menggambarkan kepatuhan pada aturan, tetapi juga mencerminkan komitmen atas integritas dan pemberian layanan.

Tidak berhenti disana, kinerja gemilang ditunjukan oleh Pengadilan Agama Se-Jawa Barat. Dari 117.999 (seratus tujuh belas ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan) perkara yang harus diselesaikan, sebanyak 117.133 (seratus tujuh belas ribu seratus tiga puluh tiga) perkara diselesaikan tepat waktu. Persentase ketepatan waktu sebesar 99,34% (sembilan puluh sembilan koma tiga puluh empat persen). Ini bukanlah sekedar angkar melainkan bukti nyata roda peradilan agama di Jawa Barat telah berputar penuh disiplin, profesionalitas, dan komitmen yang konsisten. Hari ini kita menyaksikan jejak dari komitmen yang tidak pernah goyah. Sehingga pelayanan kepada publik bukan sekedar kewajiban, tetapi bagian dari ibadah yang kelak akan dipertanggungjawabkan tidak hanya dihadapan manusia dan yang paling penting akan dipertanggaungjawabkan dihadapan Allah SWT.

Maka dengan penuh kerendahan hati saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada bapak Dr. Drs. H. Endang Ali Masum, SH., MH., dan seluruh jajaran Pengadilan Tinggi Agama Bandung beserta Pengadilan Agama Se-Jawa Barat. Semoga capaian ini menjadi cahaya yang terus bersinar, menjadi tonggak inspirasi, dan menjadi warisan berharga bagi generasi peradilan kedepannya. Kehormatan seorang hakim tidak diukur dari berapa lama ia duduk dikursi persidangan, melainkan dari bagaimana dia menjaga integritas hingga akhir pengabdiannya. Ungkapan itu seakan menemukan makna yang nyata dalam perjalanan panjang Bapak Endang Ali Masum. Dalam lintasan panjang karirnya beliau menunjukan pada kita bahwa integritas bukanlah hiasan, melainkan pondasi kokoh yang menyanggah martabat lembaga peradilan. Selama 41 tahun dan 6 bulan, beliau mengabdikan diri dengan penuh dedikasi, kejujuran, dan tanggungjawab dari awal meniti karir sebagai hakim hingga dipercaya memipin Pengadilan Tinggi Agama. Beliau selalu menempatkan keadilan sebagai kompas dan integritas sebagai lentera.

Purnabakti mengajarkan bahwa yang abadi bukanlah jabatan dan kedudukan, melainkan nilai keteladan dan nama baik yang wajib kita tinggalkan. Meskipun pengabdian akan berakhir, tetapi amal kebajikan dan keteladanan akan tetap hidup menjadi cahaya bagi generasi selanjutnya. Saudara Endang Ali Masum menutup masa baktinya dengan penuh kehormatan. Di tengah berbagai godaan yang menerpa, beliau tetap menjaga integritas hingga akhir. Sebuah kemenangan sejati yang menjadi kebanggaan pribadi, keluarga, dan Peradilan Agama.

Hadirin semuanya, setiap langkah seorang Hakim sesungguhnya selalu ditopang oleh doa dan kesabaran dari sebuah keluarga yang sering luput kita melihatnya. Hari ini kita juga memberi hormat kepada Ibu Hj. Masturi Haji Yunus selaku istri serta putra-putri bapak Endang Ali Masum yang menjadi sumber kekuatan dalam perjalanan panjang beliau.

Atas nama keluarga besar Mahkamah Agung Republik Indonesia, saya menyerahkan kembali saudara Endang Ali Masum kepada keluarga tercinta. Semoga masa purnabakti ini menjadi masa paling indah, penuh kebahagiaan dan ketenangan beserta keluarga.
Izinkan saya menutup sambutan ini dengan pesan “Pengabdian boleh saja berakhir di ruang sidang, tetapi tidak pernah usai di keluarga dan masyarakat. Karena itu selamat pengabdian dalam dimensi yang lebih luas”. Demikian sambutan saya akhiri semoga Allah SWT senantiasa memberikan kepada kita untuk melanjukan amanah yang harus kita tunaikan.

img6

Acara wisuda purnabakti KPTA Bandung ditutup dengan lagu Syukur dengan diikuti oleh YM Ketua MA RI beserta istri, YM Wakil Ketua Yudisial MA RI beserta istri, dan tamu undangan lainnya. Selanjutnya acara ditutup dengan foto bersama Wisudawan beserta pejabat MA RI, FORKOPIMDA Jawa Barat, dan Tamu Undangan lainnya.

img7

img8


Link Dokumentasi

Editor : Luthfi

error code: 522