Seputar Peradilan

 

 

 

 

PEMBINAAN SEKMA: Teladani Keikhlasan Seperti Filosofi Gula

 

 

Bandung | pta-bandung.go.id

“Gula larut dan iklas dalam memberikan rasa manis, kadang kebaikan yang kita tanam tak pernah disebut tapi kesalahan akan dibesar-besarkan. Maka larutlah seperti gula dan iklaslah seperti gula yang tetap semangat berbuat kebaikan, menyebar kebaikan karena kebaikan tidak perlu disebut-sebut tapi untuk dirasakan.” Demikianlah filosofi gula yang disampaikan oleh Sekretaris Mahkamah Agung RI, Achmad Setyo Pudjoharsoyo, SH.,M.Hum, dalam acara Pembinaan Sekretaris Mahkamah Agung RI di Pengadilan Tinggi Agama Jawa Barat, Jl. Soekarno Hatta No. 714 Bandung hari Kamis (3/1).

IMG 6937

Sekma juga memaparkan visi Mahkamah Agung yang salah satunya adalah meningkatkan kualitas kepemimpinan badan peradilan.

“Tujuan utama kita tidak hanya mencapai prestasi mendapatkan nama saja, tapi ada yang paling utama adalah merebut kepercayaan masyarakat,” imbuh Sekma. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa persepsi mereka yang menggunakan (jasa) pengadilan lebih dipengaruhi oleh bagaimana mereka diperlakukan dan apakah prosesnya terlihat adil, ketimbang apakah mereka menerima hasil yang disukai atau tidak.

IMG 6947

Acara yang dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Barat beserta jajarannya dan Ketua Pengadilan Agama se-wilayah Jawa Barat beserta jajarannya, berlangsung tertib dan khidmat. Lebih jauh Sekma juga menekankan peranan pemimpin pengadilan yang paling penting adalah, INNOVATOR, MOTIVATOR, COMMUNICATOR, COLLABORATOR, VISIONARY, STRATEGIST, DIAGNOSTICIAN, STATES-MAN/WOMAN.

Sekma juga berpesan agar senantiasa menjaga Akurasi Data SIKEP dan pimpinan pengadilan bertanggungjawab atas akurasi data SIKEP pada wilayahnya. “Dalam usulan Promosi dan mutasi tidak perlu melampirkan kelengkapan dokumen lain seperti SK Jabatam, SK Pangkat, SK CPNS, SK PNS, Ijazah dll cukup di upload dan dilengkapi di SIKEP,” ujar Sekma.

Selain itu dibahas pula menganai temuan pemeriksaan BPK mengenai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yaitu PNBP belum diadministrasikan dengan baik dan masih ada PNBP yang belum disetorkan ke Bendahara Penerima, serta masih ada pegawai non PNS yang belum diikutkan sebagai pesereta BPJS.

“Untuk kebetuhan sarana dan prasarana sedang dikembangkan aplikasi SIPERMARI adalah aplikasi berbasis web yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan inventarisasi, monev, dan wasdal kelengkapan data aset Mahkamah Agung,” pungkas Sekma. (NK)